Lekas Sehat, Neng!
Kecemasan itu hadir ketika beberapa hari ini aku mendapat kabar tentang adikku yang sedang sakit. Sedikit banyaknya hal tersebut membuat aku selalu memikirkannya.
Iya. Dia, adikku satu dan satu-satunya.
Iya. Dia, adikku satu dan satu-satunya.
Shinta Khotimatul Husna
Dia sosok bertubuh lain dengan aku dan kakakku yang bertubuh kurus, dia gendut
Dia lain. Dia berkulit sawo matang, dia sangat hobi jajan, dia suka belajar tapi satu yang dia tidak suka yaitu olahraga terutama lari
Teringat saat aku berada di rumah, dia sering tidak masuk sekolah di hari Sabtu.
Dan ketika aku tanyakan kenapa? dia menjawab "ada pelajaran olahraga tau teh, nengnya gabisa."
Hal tersebut membuat aku ingin tertawa.
Aku sangat menyayanginya dan salah satu mengapa aku sangat ngotot ingin kuliah karena pada saatnya nanti aku ingin, sangat ingin membiayainya sekolah hingga sukses
Kita sering tertawa bersama, ribut, saling memukul, hingga ia menangis dan aku dimarahi
Aku hobi 'menyiksanya', menggigit badannya, karena dia gemuk dan menggemaskan
Aku juga suka mengajarinya, mengajari mata pelajaran apapun yang ia ingin pelajari dan aku melihat dia juga menyukai matematika, sepertiku.
Hal lain yang sering ia lakukan setelah aku sudah mulai kuliah, dia sering mengirim sms mengenai soal-soal yang dia tidak bisa, dan aku harus menjelaskannya lewat sms. Dengan kalimat terkahir "Bisa neng? Ngerti"
Aku merindukannya, sangat walaupun terkadang dia menyebalkan, tapi keluargaku tau kalau aku amat menyayanginya.
Aku selalu berusaha memenuhi segala keinginnanya, ingin selalu mengajak ia bermain, kemanapun. Kini dia mulai beranjak dewasa, usianya kini 12 tahun, akan memasuki masa SMP aku sangat ingin mengajarinya hingga dia Ujian Nasional. Namunnnn, aku lagi-lagi hanya bisa mendoakannya.
Dan untuk kesembuhannya, aku juga selalu mendoakannya agar dia kembali bisa masuk sekolah.
Semoga kamu baik-baik saja, aku merindukanmu. :')
.jpg)
Komentar
Posting Komentar